ISLAM GARIS KERAS, RADIKAL, FONDAMENTALIS DAN TERORIS ADALAH UCAPAN-UCAPAN MANUSIA YANG BERTUJUAN

Selasa, 19 April 2011

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, ummat Islam dewasa ini di berbagai penjuru dunia sedang mengalami keprihatinan yang mendalam, karena tekanan orang-orang yang anti Islam yang disponsori oleh Amerika dan antek-anteknya. Dengan tuduhan bermacam-macam, antara lain : Islam radikal, Islam garis keras, Islam fondamentalis, dan yang terakhir ini Islam Teroris. Dilontarkannya tuduhan-tuduhan tersebut dengan maksud mendiskreditkan Islam dan ummat Islam.

Termasuk di negeri kita yang kita cintai ini yang berpenduduk muslim terbesar di dunia ini juga mengalami tuduhan-tuduhan semacam itu, sehingga orang yang buta tentang Islam pun ikut-ikutan mengatakan semacam itu. Lebih mengherankan lagi kalau ada orang Islam yang ikut-ikutan juga mengatakan sebutan yang seperti itu, sangat memalukan dan menunjukkan kebodohan pengetahuan tentang agamanya.

Sebenarnya kita mesti bertanya, Siapakah yang dimaksud Islam garis keras, fondamentalis, dan teroris itu ? Apakah orang-orang Islam yang menjalankan agamanya dengan lurus dan konsekwen dan punya pendirian yang teguh, apakah orang Islam yang melakukan tindak kekerasan, pengrusakan dan pembunuhan ? Kalau yang dimaksud hal tersebut adalah orang Islam yang melakukan kekerasan, kejahatan, pengrusakan dan sebagainya, itu adalah manusianya, jangan Islamnya dibawa-bawa. Rasulullah SAW bersabda :

اِنَّ اْلفَحْشَ وَ تَفَحُّشَ لَيْسَا مِنَ اْلاِسْلاَمِ فِىْ شَيْءٍ وَ اِنَّ اَحْسَنَ النَّاسِ اِسْلاَمًا اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا. الترمذى

Kejahatan dan perbuatan jahat itu keduanya sama sekali bukan ajaran Islam. Orang yang paling baik Islamnya adalah yang paling baik akhlaqnya. [HR. Tirmidzi]

Sama halnya kalau ada seorang Polisi yang menjadi pengedar narkoba atau melakukan tindak kejahatan lainnya, itu adalah oknumnya, bukan instansinya. Maka tidak betul sama sekali kalau ada oknum Polisi menjadi pengedar narkoba kemudian kantornya Polisi digrebeg dan diacak-acak. Kalau yang dimaksud Islam garis keras itu orang Islam yang punya pendirian dan menjalankan agama dengan konsekwen, memang seharusnya setiap muslim harus menjalankan agamanya dengan konsekwen dan bersikap tegas, tidak boleh mencla-mencle. Karena memang Islam mengajarkan kepada pemeluknya selalu tegas, dengan kata lain “Ya”, atau “Tidak”. Firman Allah SWT :

وَ قُلِ اْلحَقُّ مِنْ رَّبّكُمْ فَمَنْ شَآءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّ مَنْ شَآءَ فَلْيَكْفُرْ. الكهف:29

Dan katakanlah, “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, maka barangsiapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman dan barangsiapa yang ingin kafir biarlah ia kafir”. [QS. Al-Kahfi : 29]

قُلْ امِنُوْا بِه اَوْ لاَ تُؤْمِنُوْا. الاسراء:107

Katakanlah Muhammad, “Berimanlah kamu kepada Al-Qur’an atau kamu tidak usah beriman kepadanya”. [QS. Al-Israa’ : 107]

اِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ. الزمر:7

Dan jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak butuh imanmu. [QS. Az-Zumar : 7]

Allah menegaskan kepada orang yang mengaku beriman bahwa ia harus menerima Islam sepenuhnya.

ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوا ادْخُلُوْا فِى السّلْمِ كَآفَّةً وَّ لاَ تَتَّبِعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ اِنَّه لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ. البقرة: 208

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (100 %) dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu. [QS. Al-Baqarah : 208]

اَلْحَقُّ مِنْ رَّبّكَ فَلاَ تَكُوْنَنَّ مِنَ اْلمُمْتَرِيْنَ. البقرة : 147

Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. [QS. Al-Baqarah : 147]

Dengan firman-firman Allah yang begitu tegas mendidik hamba-hamba-Nya yang beriman, maka selanjutnya Allah menentukan siapakah orang yang sebenarnya beriman ? Dalam hal ini Allah menjelaskan dengan kriteria sebagai berikut :

اِنَّمَا اْلمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ امَنُوْا بِاللهِ وَ رَسُوْلِه ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوْا وَ جَاهَدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَ اَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، اُولئِكَ هُمُ الصَّادِقُوْنَ. الحجرات:15

Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. [QS. Al-Hujuraat : 15]

Dengan demikian barangsiapa mengaku beriman harus cong betul, sekalipun harus berjihad dengan mengorbankan hartanya dan bila memang diperlukan harus dengan mengorbankan jiwanya, mereka sama sekali tidak ada keragu-raguan demi kethaatannya kepada perintah Allah dan Rasul-Nya. Kalau tidak demikian, berarti pengakuan imannya tidak benar (palsu).

اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ اْلحَمْدُ

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, memang sering-sering keimanan seseorang harus diuji oleh Allah SWT untuk membuktikan kebenaran pengakuan imannya. Firman-Nya :

اَ حَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْآ اَنْ يَّقُوْلُوْآ امَنَّا وَ هُمْ لاَ يُفْتَنُوْنَ. العنكبوت:2

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengaku, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak akan diuji ?. [QS. Al-’Ankabuut : 2]

وَ لَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَ لَيَعْلَمَنَّ اْلكَاذِبِيْنَ. العنكبوت:3

Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar (imannya), dan sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang berdusta (imannya). [QS. Al-Ankabuut : 3]

Suatu ketika seorang mukmin harus menentukan satu pilihan dari dua resiko yang dihadapinya, yakni : Selamat dari ancaman manusia, tetapi tidak selamat dari ancaman Allah. Atau sebaliknya, selamat dari ancaman Allah, tetapi tidak selamat dari ancamn manusia. Dalam surat Bani Israil ayat 73 dan 75 Allah SWT berfirman :

وَ اِنْ كَادُوْا لَيَفْتِنُوْنَكَ عَنِ الَّذِيْ اَوْحَيْنَا اِلَيْكَ لِتَفْتَرِيَ عَلَيْنَا غَيْرَه وَ اِذًا لاَّتَّخَذُوْكَ خَلِيْلاً. الاسرا:73

Dan sesungguhnya mereka hampir-hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami, dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu menjadi shahabat yang setia. [QS. Al-Israa’ : 73]

Kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu pula siksaan berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami. [QS. Al-Israa’ : 75]

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang-orang yang ingkar kepada Allah berusaha memalingkan, mengajak Nabi (ummat Islam) berbohong atau menyimpang dari Al-Qur’an yang diwahyukan oleh Allah.

Kalau tidak mau menuruti ajakan mereka, maka mereka akan berusaha mendiskreditkan orang yang berpegang teguh agamanya, tidak mau membohongi, menyimpang dari Al-Qur’an, dengan mengatakan, “Fanatik”, “tidak mau bermasyarakat”, “tidak umum”, “berwawasan picik”, dan sebagainya dengan maksud agar masyarakat luas menentang dan memusuhinya. Namun orang semacam itu dicintai Allah SWT, walaupun dibenci oleh manusia.

Akan tetapi kalau mau menuruti ajakan mereka, maka mereka akan mengangkat menjadi shahabat yang setia dan dikatakan, “berwawasan luas”, “orang bijak”, “orang ‘alim” dan sebagainya. Namun sikap semacam itu mengundang kemurkaan Allah, maka Allah akan memberi siksaan yang berlipat ganda di dunia dan siksaan berlipat ganda sesudah mati (di akhirat nanti).